Bagaimana hukum makan bekicot? Ini termasuk salah satu pertanyaan yang kerapkali di tanyakan di berbagai forum. Di beberapa daerah, bekicot menjadi makanan yang cukup digemari. Di restoran-restoran asing seperti restoran ala Eropa atau restoran ala Jepang bekicot disajikan dengan berbagai bumbu, bahkan terkesan mewah. Ada juga yang disajikan sebagai menu jajanan berupa kripik atau sate. Makan bekicot halal atau haram? Majelis Ulama Indonesia MUI dalam fatwa No. 25 tahun 2012 menyatakan bahwa hukum makan bekicot adalah haram berdasarkan pendapat jumhur ulama Di dalam al-Qurâan dan al-hadits terdapat hal-hal yang kehalalannya disebut secara jelas dan rinci, misalnya binatang ternak dan ikan. Demikian pulababi, darah, dan bangkai. Namun ada pula yang keharamannya disebutkan secara umum saja bahwa yang termasuk al-khabâits kotor/jijik adalah haram. Wilayah inilah yang kemudian menjadi ranah ijtihad yang memungkinkan terjadi perbedaan pendapat. Hukum memakan bekicot masuk dalam wilayah ijtihadiyah ini, sehingga wajar jika terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama. Karena itu sebenarnya perbedaan pendapat dalam masalah ini adalah hal yang biasa saja, merupakan konsekuensi ijtihad. Fatwa MUI menyatakan bahwa bekicot haram, hal ini didasarkan atas pandangan bahwa bekicot termasuk jenis hasyarât, yakni hewan-hewan darat yang tidak lazim disembelih. Mengenai hukum hasyarât para ulama berbeda pendapat. Kebanyakan para ulama memandang hasyarât termasuk binatang kotor atau menjijikkan alkhabâits sehingga haram dikonsumsi berdasarkan firman Allah Swt dalam surat al-Aâraf [7] ayat 157Menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk. Pandangan dalam madzhab Syafii menyatakan haram seperti yang disampaikan oleh Imam al-Syairazi Tidak halal memakan binatang kecil-kecil di bumi hasyarât seperti ular, kalajengking, tikus, kumbang, kadal, jangkrik, laba-laba, tokek, kepik, cacing, kecoa, dan kutu sebagaimana yang difirmankan oleh Allah dalam QS al-Aâraf [7] ayat 157. Lihat al-Muhadzdzab, Juz I/hal 451; al Majmuâ, Juz IX/ hal 14 Pendapat yang hampir sama juga dari madzhab Hanafi sebagaimana disampaikan `Alââu al-DĂŽn al-KâsânĂŽ, bahwa hewan darat yang tidak berdarah seperti belalang, kumbang, lalat, laba-laba, berbagai jenis serangga, kadal, kalajengking dan sejenisnya tidak halal dimakan kecuali belalang saja, karena berdasarkan tabiatnya termasuk binatang yang menjijikkan lihat Badâiâu al-Shanââiâ, Juz VI/hal 179-181. Demikian pula pendapat dalam madzhab Hanbali sebagaimana disampaikan oleh alBuhĂťti Daqâiq Uli al-Nuhâ li Syarh al-Muntahâ, Juz VI halaman 313. Imam Ibn Hazm al-Dzahiri dengan mengambil sudut pandang berbeda, juga menyatakan bahwa binatang hasyarât haram Tidak halal hukumnya memakan siput darat bekicot, dan tidak halal pula memakan semua jenis hasyarat seperti tokek, kumbang, semut, lebah, lalat, ulat âbaik yang bisa terbang maupun tidak-, kutu, nyamuk dan semuanya saja dari segala jenis serangga, didasarkan atas firman Allah Swt âdiharamkan atas kalian bangkaiâ dan firman-Nya âkecuali apa yang kalian sembelihâ. Penyembelihan yang wajar/normal tidak lazim kecuali di bagian tenggorokan atau dada, maka, jika binatang itu tidak bisa disembelih maka tidak ada jalan untuk dibolehkan memakannya, sehingga yang seperti ini haram, kecuali binatang yang memang tidak perlu disembelih lihat AlMuhalla, hal 911. Pendapat berbeda dikemukakan oleh Imam Malik yang juga dijadikan pertimbangan dalam fatwa MUI. Imam Malik ditanya tentang hewan yang ada di Maghrib yang dinamakan âhalzunâ, yang hidup di darat, menempel di pohon; apakah ia boleh dimakan? Beliau menjawab saya berpendapat hal tersebut seperti belalang. Jika diambil darinya dalam keadaan hidup lalu dididihkan atau dipanggang, maka saya berpendapat tidak apa-apa untuk dimakan. Namun jika diperoleh dalam keadaan mati maka tidak dimakan alMudawwanah al-Kubrâ, Juz I/hal. 542 al-Rajrâji juga telah mengutip pendapat Imam Malik yang menyatakan bahwa hewan-hewan darat yang tidak mempunyai darah yang mengalir seperti jenis belalang, kalajengking, kumbang, tabuhan, capung, semut, ngengat, ulat, nyamuk, dan berbagai jenis hasyarât boleh dimakan jika memang diperlukan untuk obat maupun untuk yang lainnya lihat Manâhij al-TahshĂŽl, Juz III/hal 204. Terkait dengan pendapat-pendapat tersebut, Imam al-Nawawi memberi ringkasan Pendapat para ulama madzhab berkaitan dengan binatang hasyarât seperti ular, kalajengking, kepik, kecoa, tikus dan sejenisnya, madzhab kami yakni madzhab Syafiâiyah mengharamkannya, demikian pula Imam Abu Hanifah, Imam Ahmad bin Hanbal, dan Imam Abu Daud al-Dhahiri. Sementara itu, Imam Malik berpendapat halal didasarkan atas firman Allah QS al-Anâam ayat 145 Al-Majmuâ, Juz IX/hal. 16-17.145 Al-Majmuâ, Juz IX/hal. 16-17. Kendatipun bekicot haram dimakan, MUI mengeluarkan fatwa No. 24 tahun 2012 yang menyatakan bahwa memanfaatkan bekicot untuk keperluan nonpangan seperti untuk kosmetika luar dan untuk obat, hukumnya boleh. Hal ini didasarkan atas alasan bahwa kendati bekicot diharamkan karena dimasukkan dalam kelompok binatang yang menjijikkan, namun bekicot dihukumi suci, sehingga bila digunakan untuk pemakaian luar tidak ada masalah. Hal ini sejalan dengan prinsip umum yang menjadi landasan dalam fatwa ini bahwa Allah Swt menciptakan segala yang ada sebenarnya untuk manusia, selama tidak ada dalil yang secara eksplisit melarangnya. Demikian penjelasan mengenai hukum makan bekicot dalam islam yang disampaikan oleh Ustadz Ainul Yaqin, Apt. Sekretaris Umum MUI Prov. Jatim dan Konsultan pada LPPOM MUI Jatim pada rubrik Halal Haram Majalah Al Falah. Semoga bermanfaat
Andaadalah apa yang Anda pikirkan!! jika Anda pikir akan gagal, maka sebenarnya adalah Anda sudah gagal. Untuk itu sukses selalu dimulai dari pikiran Anda!. Anda harus memiliki sikap âcan do attitudeâ yakni âaku bisa melakukan hal ituâ. Banyak orang yang belum apa-apa sudah mengatakan âaku tidak bisaâ.
ďťż- Kecoak selama ini dianggap sebagai hama di dalam rumah. Selain mengganggu, kencing kecoak juga sangat menjijikkan jika terkena kulit. Namun tahukah kamu bahwa kecoak bisa dimakan? Ya, kecoak bisa dikonsumsi asalkan ia dimasak dengan benar dan bisa dipastikan bahwa bakteri yang ada pada tubuhnya lenyap sebelum kita memakannya. Kita kerap mempertimbangkan untuk makan kecoak karena menjijikkan, seperti orang Barat yang enggan makan serangga. Namun, dalam banyak kebudayaan, terutama di Asia, serangga, termasuk kecoak, adalah hidangan yang biasa disantap. Di Thailand, misalnya. Di sana, serangga disajikan di banyak hidangan lokal dan biasanya digoreng dengan minyak sayur. Di lapak-lapak kaki lima di sana juga banyak tersaji dan kita tinggal memilihnya; ada kecoak, ada belalang, dan serangga lainnya. âBanyak wisatawan Barat yang kaget melihat makanan-makanan itu. Mereka biasanya akan berhenti dan memotretnya,â tulis Pada dasarnya kecoak mengandung protein yang tinggi dan ia merupakan sumper makanan yang murah. Penduduk setempat Thailand mengklaim bahwa kecoak memiliki rasa yang lezat dan kerap tersaji dalam hidangan tradisi-tradisi lokal. Tradisi makan kecoak juga ada di China dan telah menjadi bisnis yang menggiurkan di sana. Di Jinan, bahkan ada budidaya khusus kecoak. Bagaimana tradisi makan kecoak di China, lihat video berikut. * FirmanNya: âWahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.â. Dan Allah juga berfirman: âWahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang Telah menceritakan kepada kami telah kami rezekikan kepadamu.ââ. Kebanyakan orang mungkin sudah tahu dan mengerti bahwa lalat adalah pembawa penyakit. Namun, tetap saja ada yang cuek saja melahap makanan yang telah dihinggapi lalat tersebut. Ada pula yang hanya membuang sebagian makanan yang telah dihinggapi lalat. Sebenarnya, boleh atau tidak kita makan makanan yang sudah dihinggapi lalat? Lalu, apakah ada cara untuk mencegah lalat mampir ke makanan kita? Makanan dihinggapi lalat, apakah masih layak untuk dimakan? Anda mungkin sudah tahu kalau lalat adalah pembawa penyakit dan hewan yang suka hinggap di tempat kotor. Akan tetapi, banyak yang tak menyadari bahaya nyata dari kontaminasi makanan akibat âkunjunganâ lalat walau hanya sepersekian detik. Menurut para ahli, meskipun banyak orang yang lebih jijik dengan kecoa, ternyata lalat justru lebih kotor ketimbang kecoa. Faktanya, 1 ekor lalat bisa membawa sekitar 300 lebih jenis virus, bakteri, dan parasit penyebab penyakit. Kebanyakan bakteri dan kuman penyakit berada pada sayap dan kaki-kaki lalat. Jadi, hanya dengan hinggap barang 1-2 detik, makanan Anda sudah terkontaminasi kuman penyakit. Memang, kuman hanya bisa bertahan hidup selama beberapa jam di permukaan makanan. Akan tetapi, ketika Anda langsung melahapnya, kuman bisa dengan cepat berkembang biak di dalam tubuh dan menyebabkan infeksi. Tak hanya itu, satu lalat yang mampir pada makanan juga sudah cukup membuat Anda sakit. Jadi, tidak perlu menunggu hingga koloni lalat berkerumun pada makanan Anda. Belum lagi jika lalat meninggalkan telur pada makanan yang ia hinggapi. Telur lalat tersebut bisa saja ikut tertelan saat Anda melahap makanan tadi. Maka dari itu, jika ada satu ekor saja lalat yang hinggap beberapa detik di makanan Anda, sebaiknya segera buang makanan tersebut dan ganti dengan yang baru. Olehkarena itu, penyusunan dan pemutakhiran kamus bahasa daerah perlu dilakukan agar bahasa daerah tetap lestari dan tidak tergerus arus modernisasi. v habis: angkis omei ai i pangan dayok habislah padi itu dimakan ayam angkit [akkit] v ambil: angkit hayu ai ambil kayu itu angkolir [aGkOlir] n sejenis burung: manangkap angkolir hanami i 1. Makanan yang dikonsumsi oleh kecoa dan lalat2. Kesehatan manusia3. Larangan makan kecoa dan lalat dalam Islam4. Kecoa dan lalat dalam budaya Indonesia5. Alternatif makanan halal6. Bahaya makan kecoa dan lalat7. Mitos tentang kecoa dan lalat8. Kesehatan lingkungan9. Konsistensi dalam menjalankan ajaran agama10. Alternatif protein halalFAQ1. Apa saja bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan jika makan kecoa atau lalat?2. Apakah kecoa dan lalat aman untuk dimakan jika dibuat dengan benar?3. Apa saja makanan alternatif yang bisa dimakan sebagai pengganti kecoa dan lalat?4. Apa saja hewan yang dianggap halal dalam agama Islam?5. Bagaimana cara menjaga lingkungan agar kecoa dan lalat tidak berkembang biak dengan bebas?6. Apa yang harus dilakukan jika terkena penyakit akibat konsumsi kecoa atau lalat?7. Mengapa makan kecoa dan lalat dianggap haram dalam agama Islam?8. Apa yang harus dilakukan jika terdapat kecoa atau lalat di dalam rumah?9. Bagaimana cara memastikan bahwa makanan aman dan halal untuk dikonsumsi?10. Apa saja manfaat makan makanan yang halal dan sehat?Kesimpulan 1. Makanan yang dikonsumsi oleh kecoa dan lalat Kecoa dan lalat termasuk hewan yang sangat mudah menyebar penyakit karena makanan yang mereka konsumsi. Kecoa biasanya makan makanan busuk atau kotoran, sedangkan lalat makan dari sampah atau bahan organik yang membusuk. Sangat mudah bagi hewan-hewan ini untuk membawa kuman dan bakteri dari tempat-tempat yang mereka kunjungi. 2. Kesehatan manusia Konsumsi kecoa dan lalat dapat sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Hewan-hewan ini sering membawa kuman dan bakteri yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, termasuk diare, infeksi saluran pernapasan, dan masalah kesehatan lainnya. Karena itu, makan kecoa dan lalat dianggap haram dalam agama Islam. 3. Larangan makan kecoa dan lalat dalam Islam Dalam Islam, dilarang untuk memakan hewan-hewan yang mengandung bahaya bagi kesehatan manusia. Kecoa dan lalat termasuk dalam kategori ini, karena mereka membawa kuman dan bakteri yang dapat memicu penyakit. Oleh karena itu, makan kecoa dan lalat dianggap haram dalam agama Islam dan tidak boleh digunakan sebagai bahan makanan. 4. Kecoa dan lalat dalam budaya Indonesia Kecoa dan lalat sering dianggap sebagai hewan yang menjijikkan dalam budaya Indonesia. Kita sering menghindari kedua hewan ini karena menyebarkan kuman dan bakteri. Bahkan dalam bahasa Indonesia, terdapat frasa âsebiji kecoa dalam semangkuk sotoâ yang digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang sangat menjijikkan. 5. Alternatif makanan halal Untuk menghindari makanan yang tidak halal, ada banyak alternatif makanan yang bisa dimakan. Ada banyak makanan yang halal dan lebih aman untuk dikonsumsi, seperti buah-buahan, sayuran segar, atau daging dari hewan yang dianggap halal dalam agama Islam. 6. Bahaya makan kecoa dan lalat Makan kecoa atau lalat dapat menyebabkan berbagai macam masalah kesehatan, terutama jika hewan-hewan tersebut membawa kuman dan bakteri berbahaya. Beberapa bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan antara lain gangguan pencernaan, infeksi saluran pernapasan, atau bahkan penyakit yang sangat serius seperti tifus. 7. Mitos tentang kecoa dan lalat Beberapa orang menganggap bahwa kecoa dan lalat aman untuk dimakan jika dibuat dengan benar. Namun, ini adalah mitos belaka. Kecoa dan lalat masih membawa kuman dan bakteri yang berbahaya, dan konsumsi hewan-hewan ini dapat menyebabkan masalah kesehatan serius. 8. Kesehatan lingkungan Kecoa dan lalat juga dapat mempengaruhi kesehatan lingkungan. Hewan-hewan ini sering membawa kuman dan bakteri, yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit pada hewan lain dan manusia. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga kebersihan lingkungan agar kecoa dan lalat tidak berkembang biak dengan bebas. 9. Konsistensi dalam menjalankan ajaran agama Makan kecoa dan lalat dianggap haram dalam agama Islam karena hewan-hewan ini membawa kuman dan bakteri berbahaya bagi kesehatan manusia. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk konsisten dalam menjalankan ajaran agama yang telah ditetapkan. 10. Alternatif protein halal Jika kamu mencari alternatif protein halal, ada banyak pilihan lain yang bisa kamu konsumsi. Beberapa pilihan yang halal dan sehat antara lain daging sapi, ayam, ikan, atau kacang-kacangan. Selain itu, kamu juga bisa mencoba makanan nabati seperti tempe atau tahu sebagai sumber proteinmu. FAQ 1. Apa saja bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan jika makan kecoa atau lalat? Makan kecoa atau lalat dapat menyebabkan berbagai macam masalah kesehatan, terutama jika hewan-hewan tersebut membawa kuman dan bakteri berbahaya. Beberapa bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan antara lain gangguan pencernaan, infeksi saluran pernapasan, atau bahkan penyakit yang sangat serius seperti tifus. 2. Apakah kecoa dan lalat aman untuk dimakan jika dibuat dengan benar? Tidak, kecoa dan lalat tetap membawa kuman dan bakteri yang berbahaya, dan konsumsi hewan-hewan ini dapat menyebabkan masalah kesehatan serius. Oleh karena itu, makan kecoa dan lalat dianggap haram dalam agama Islam dan tidak boleh digunakan sebagai bahan makanan. 3. Apa saja makanan alternatif yang bisa dimakan sebagai pengganti kecoa dan lalat? Ada banyak makanan yang halal dan lebih aman untuk dikonsumsi, seperti buah-buahan, sayuran segar, atau daging dari hewan yang dianggap halal dalam agama Islam. Selain itu, kamu juga bisa mencoba makanan nabati seperti tempe atau tahu sebagai sumber proteinmu. 4. Apa saja hewan yang dianggap halal dalam agama Islam? Hewan yang dianggap halal dalam agama Islam antara lain domba, sapi, ayam, ikan, dan beberapa jenis hewan lainnya. Hewan-hewan ini harus disembelih dengan cara yang baik dan benar, serta diolah dengan cara yang halal dan sesuai dengan ajaran agama Islam. 5. Bagaimana cara menjaga lingkungan agar kecoa dan lalat tidak berkembang biak dengan bebas? Ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk menjaga lingkungan agar kecoa dan lalat tidak berkembang biak dengan bebas, seperti menjaga kebersihan lingkungan, menutup tempat sampah dengan rapat, dan menghindari penumpukan barang-barang yang tidak diperlukan. 6. Apa yang harus dilakukan jika terkena penyakit akibat konsumsi kecoa atau lalat? Jika kamu terkena penyakit akibat konsumsi kecoa atau lalat, segera temui dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Penting untuk menghindari makanan yang tidak aman dan menjaga kebersihan lingkungan agar penyakit tidak menyebar ke orang lain. 7. Mengapa makan kecoa dan lalat dianggap haram dalam agama Islam? Makan kecoa dan lalat dianggap haram dalam agama Islam karena hewan-hewan ini membawa kuman dan bakteri berbahaya bagi kesehatan manusia. Oleh karena itu, makan kecoa dan lalat dianggap tidak halal dan tidak boleh digunakan sebagai bahan makanan. 8. Apa yang harus dilakukan jika terdapat kecoa atau lalat di dalam rumah? Jika terdapat kecoa atau lalat di dalam rumah, segera lakukan tindakan untuk mengusir hewan-hewan ini, seperti membuka jendela atau menggunakan alat pengusir serangga. Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan dan menutup tempat sampah dengan rapat juga dapat membantu mencegah kecoa dan lalat masuk ke dalam rumah. 9. Bagaimana cara memastikan bahwa makanan aman dan halal untuk dikonsumsi? Untuk memastikan bahwa makanan aman dan halal untuk dikonsumsi, kamu sebaiknya membeli makanan dari toko atau restoran yang terpercaya dan bersertifikat halal. Selain itu, pastikan juga bahwa makanan tersebut diolah dengan cara yang baik dan benar, serta tidak mengandung bahan-bahan yang tidak halal atau tidak aman untuk dikonsumsi. 10. Apa saja manfaat makan makanan yang halal dan sehat? Makan makanan yang halal dan sehat memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti menjaga keseimbangan nutrisi tubuh, meningkatkan daya tahan tubuh, dan mencegah berbagai macam penyakit. Selain itu, memakan makanan yang halal dan sehat juga dapat membantu menjaga kesehatan mental dan sosial. Kesimpulan Dalam agama Islam, kecoa dan lalat dianggap haram untuk dimakan karena hewan-hewan ini membawa kuman dan bakteri yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Konsumsi kecoa dan lalat dapat menyebabkan berbagai macam masalah kesehatan, dan sangat penting untuk menjaga kebersihan lingkungan agar hewan-hewan ini tidak berkembang biak dengan bebas. Untuk menghindari makanan yang tidak halal, kamu bisa mencari alternatif makanan yang sehat dan halal, seperti daging sapi, ayam, ikan, atau kacang-kacangan. Terima kasih sudah membaca artikel ini. Jangan lupa untuk membaca artikel lainnya di website kami.Pecahan A. Pilihlah satu jawaban yang benar, a, b, c, atau d. Kerjakan pada lembar jawabanmu! 1. Bagian yang diarsir pada gambar di samping. menunjukkan pecahan . a. 2/5 c. 3/
Kebanyakan orang mungkin sudah tahu dan mengerti bahwa lalat adalah pembawa penyakit. Namun, tetap saja ada yang cuek saja melahap makanan yang telah dihinggapi lalat tersebut. Ada pula yang hanya membuang sebagian makanan yang telah dihinggapi lalat. Alasannya, sih, mubazir. Sebenarnya, boleh atau tidak kita makan makanan dihinggapi lalat? Makanan dihinggapi lalat, apakah masih layak untuk dimakan? Hampir semua orang tahu kalau lalat adalah pembawa penyakit dan hewan yang suka hinggap di tempat kotor. Akan tetapi, banyak yang tak menyadari bahaya nyata dari kontaminasi makanan akibat âkunjunganâ lalat meski sepersekian detik saja. Baca juga Amankah Mengkonsumsi Kentang yang Berwarna Kehijauan? Menurut para ahli serangga, meskipun banyak orang yang lebih jijik dengan kecoa, ternyata lalat justru lebih kotor ketimbang kecoa. Faktanya, 1 ekor lalat bisa membawa sekitar 300 lebih jenis virus, bakteri, dan parasit penyebab penyakit. Beberapa contoh kuman penyakit yang ikut dibawa lalat ketika mampir di piring makan siang Anda mencakup Helicobacter pylori Salmonella Rotavirus Virus hepatitis A Badan Kesehatan Dunia WHO juga menyatakan bahwa ada banyak penyakit yang disebabkan oleh makanan dihinggapi lalat, seperti Disentri Diare Demam tifoid atau tipes Kolera Infeksi mata Infeksi kulit Kebanyakan bakteri dan kuman penyakit berada pada sayap dan kaki-kaki lalat. Jadi, hanya dengan hinggap barang 1-2 detik saja, makanan Anda sudah terkontaminasi kuman penyakit. Baca juga Mana yang Lebih Sehat untuk Lauk, Ikan atau Ayam? Meski memang kuman hanya bisa bertaha hidup selama beberapa jam di permukaan makanan, namun ketika Anda langsung melahapnya, kuman bisa dengan cepat berkembang biak di dalam tubuh dan menyebabkan infeksi. Tak hanya itu. Satu lalat yang hinggap pada makanan juga sudah cukup membuat Anda sakit. Jadi, tidak perlu menunggu hingga koloni lalat berkerumun pada makanan Anda. Sebaiknya langsung buang makanan tersebut dan ganti dengan yang baru. Bagaimana agar makanan tidak dihinggapi lalat dan tetap bersih? Hal yang terpenting untuk mencegah makanan dihinggapi lalat adalah dengan cara menjaga kebersihan makanan maupun lingkungan sekitar. Pasalnya, lingkungan kotor â seperti tempat sampah, bekas bangkai, hingga bekas makanan basi â adalah tempat tinggal sekaligus sarang untuk berkembang biak bagi lalat. Jangan lupa juga untuk selalu menutup makanan jika sedang tidak Anda makan. Tempatkan makanan pada wadah yang bisa ditutup rapat. Tindakan ini akan mencegah makanan terkontaminasi dan tetap bersih. Baca juga Perubahan Iklim Bisa Racuni Makanan yang Kita Konsumsi WHO juga menganjurkan untuk selalu membuang sampah pada tempatnya dan usahakan agar tempat sampah di rumah Anda selalu tertutup. Jadi, lalat tidak berkesempatan untuk hinggap di atasnya. Pastikan juga bahwa Anda selalu mengolah makanan dengan memerhatikan kebersihan dapur dan diri. Biasakan selalu untuk mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, agar tangan selalu bersih ketika menyentuh makanan. Artikel ini telah tayang di Baca artikel sumber. PROMOTED CONTENT Video PilihanFCYYEco.