Carakerja piringan hitam sama saja disemua alat pemutarnya, yaitu dengan menggunakan stylus, yang berbentuk seperti jarum yang berada di pinggiran piringan hitam. Stylus itu berfungsi untuk mencatat simpangan gelombang suara yang direkam di piringan hitam dan kemudian meneruskannya ke alat pengeras suara.
Meskipun mendengarkan melalui streaming internet saat ini adalah cara paling populer untuk mendengarkan musik, kaset dan piringan hitam belakangan ini kembali mengalami peningkatan penjualan. Peningkatan penjualan vinil mencapai sejak 2007. Pada 2018, 4 juta keping piringan hitam terjual di Inggris. Popularitas piringan hitam tidak menunjukkan tanda-tanda akan memudar. Artinya, produksi cakram yang tidak dapat didaur ulang akan semakin banyak. Hal ini dapat berdampak negatif terhadap lingkungan. Meskipun sampul album umumnya terbuat dari kardus daur ulang, piringan hitam pada awalnya terbuat dari lak sebelum digantikan dengan vinil, yang tidak dapat didaur ulang. Lak adalah resin alami yang dikeluarkan oleh serangga Kerria lacca betina, yang dikerok dari pepohonan untuk menghasilkan rekaman gramofon. Karena lak tidak berasal dari bahan baku fosil bahan kimia, seperti etilena, yang digunakan untuk membuat zat seperti plastik, jejak karbonnya lebih rendah daripada piringan hitam modern. Piringan hitam yang terbuat dari lak sifatnya rapuh dan rentan rusak, sehingga piringan hitam PVC dikembangkan karena bertahan lebih lama. Dalam kondisi ideal oksigen rendah, tidak berpindah tempat, PVC yang dibuang bisa memakan waktu berabad-abad untuk terurai. Namun, tempat pembuangan akhir memiliki tingkat keasaman tanah dan suhu yang bervariasi sehingga piringan hitam PVC yang dibuang di sana melepaskan plasticizer pelarut yang ditambahkan pada plastik untuk membuatnya lebih fleksibel dan tahan banting. Bahan kimia placticizer ini dapat bertahan lebih lama dari tempat pembuangan itu sendiri atau bisa mencemari lingkungan sekitar tempat pembuangan. Piringan hitam modern biasanya mengandung sekitar 135 gram bahan PVC dengan jejak karbon 0,5 kilogram kg CO₂ berdasarkan ukuran 3,4 kg CO₂ per 1 kg PVC. Penjualan 4,1 juta keping piringan hitam akan menghasilkan 1,9 ribu ton CO₂–tanpa memperhitungkan faktor transportasi dan pengemasan. Itu setara dengan jejak karbon hampir 400 orang per tahun. Di tahun 80-an, piringan hitam digantikan oleh CD, yang menjanjikan daya tahan dan kualitas suara yang lebih baik. CD terbuat dari polikarbonat berlapis dan aluminium, yang dampaknya terhadap lingkungan lebih sedikit daripada PVC, dan proses produksinya menggunakan bahan yang lebih sedikit dibanding piringan hitam. Namun, CD tidak dapat didaur ulang karena terbuat dari bahan campuran yang sulit untuk dipisahkan yang tidak ekonomis untuk didaur ulang. CD juga terbungkus sampul polikarbonat yang rapuh. Bahan ini tidak umum didaur ulang. Mereka juga tidak mudah dihancurkan, yang artinya CD akan akan berakhir di tempat pembuangan sampah. Dengan berubahnya format musik dari masa ke masa–pertama piringan hitam, kemudian kaset, CD, dan sekarang layanan streaming–ada siklus limbah akibat penggantian teknologi. Kita tidak berpindah dari piringan hitam atau kaset ke CD atas pilihan sendiri–itu merupakan keputusan perusahaan pada saat itu. Walaupun CD berkualitas tinggi dapat bertahan selama 50 hingga 100 tahun dalam kondisi ideal, namun hal ini tidak berlaku untuk banyak CD murah berkualitas rendah. CD berkualitas rendah mudah rusak oleh paparan langsung sinar matahari dan panas, bengkok oleh suhu yang berubah dengan cepat, gravitasi, goresan, sidik jari dan noda–yang akhirnya mengakibatkan mereka dibuang. Dilema digital Teknologi digital saat ini memberikan kita kualitas musik terbaik tanpa kita harus menanggung risiko akibat kerusakan fisik dari kaset, piringan hitam atau CD. Musik mudah disalin dan diunggah, dan dapat disiarkan secara online tanpa harus mengunduh. Karena musik digital tidak berbentuk fisik secara nyata daripada vinil atau CD, seharusnya musik digital lebih ramah lingkungan bukan? Layanan musik _streaming_mungkin merupakan pilihan format musik yang paling tidak ramah lingkungan. lOvE lOvE/ Shutterstock Meskipun format baru ini tidak berbentuk fisik, tidak berarti mereka tidak memiliki dampak lingkungan. Fail elektronik yang kita unduh disimpan di server yang aktif dan didinginkan. Informasi tersebut kemudian diambil dan dikirim melalui jaringan melalui router dan wifi ke perangkat elektronik. Ini terjadi setiap kali kita memutar musik format digital yang ternyata membutuhkan energi. Piringan hitam sendiri setelah dibeli dapat diputar berulang-ulang tanpa menimbulkan dampak lingkungan. Namun, jika kita mendengarkan musik streaming yang berkualitas baik, kita menggunakan listrik kira-kira 107 kilowatt jam per tahun. Jadi, pilihan mana yang lebih hijau? Hal ini tergantung pada banyak hal, termasuk berapa kali Anda mendengarkan musik Anda. Jika Anda hanya mendengarkan lagu beberapa kali, maka streaming adalah pilihan terbaik. Jika Anda mendengarkan berulang kali, salinan fisik adalah yang terbaik; streaming sebuah album melalui internet lebih dari 27 kali kemungkinan akan menggunakan lebih banyak energi daripada yang diperlukan untuk memproduksi dan memproduksi CD yang sama. Jika Anda ingin mengurangi dampak pada lingkungan, piringan hitam antik bisa menjadi pilihan fisik yang bagus. Untuk musik online, penyimpanan di ponsel, komputer, atau jaringan lokal membuat data lebih dekat dengan pengguna akan mengurangi kebutuhan streaming dari jarak jauh yang membutuhkan energi lebih tinggi. Di dunia di mana semakin banyak hubungan ekonomi dan sosial kita terjadi secara online, piringan hitam dan format musik lama lainnya, melawan tren itu. Sebagai gantinya, kebangkitan format musik lama menunjukkan harapan yang kita miliki–untuk memiliki pengalaman yang bernilai. Format musik yang lama memiliki arti penting dan permanen yang melekat padanya sebagai milik pribadi yang tidak bisa dilakukan belanja virtual. Tampaknya apa pun formatnya, memiliki sendiri salinan musik favorit, dan memutarnya berulang-ulang, merupakan pilihan terbaik bagi lingkungan kita.
Belipiringan hitam di Tangerang baru atau bekas, tersedia dari banyak penyanyi dan genre, dengan payment system aman hanya di Bukalapak. Download app BukaBantuan Produk virtual
Pada kesempatan ini kita akan membahas soal penemu piringan hitam yaitu Alexander Graham Bell. Alexander Graham Bell lahir di kota Edinburgh, wilayah Skotlandia di Inggris Raya pada 3 Maret 1847. Bell merupakan seorang ilmuwan yang berkebangsaan Amerika Serikat yang telah menemukan piringan hitam pada tahun 1926. Sebelum membahas lebih jauh tentang piringan hitam, kita akan membahas tentang perjalanan hidup Alexander Graham Bell terlebih dahulu. Setelah tidak mendapatkan pendidikan secara formal, Bell selanjutnya dididik oleh keluarganya dan sambil belajar sendiri menggunakan buku yang ia baca. Bell memiliki minat untuk membuat kembali suara vokal yang timbul secara wajar. Minat yang timbul pada Bell merupakan keturunan dari sang ayah, karena ayah Bell adalah seorang ahli dalam bidang fisiologi vokal, yang dapat memperbaiki pidato dan mengajar orang-orang tuna rungu atau tuli. Pada awalnya piringan hitam dibuat dari bahan kaca, karet dan plastik, namun yang paling terkenal adalah piringan hitam yang terbuat dari shellac, yaitu bahan kapas yang digunakan untuk membuat kertas manila. Karena mudah rusak, akhirnya menggunakan bahan yang lebih awet, yaitu plastik vinyl, sejenis dengan plastik polymer. Piringan hitam memiliki tiga ukuran, yaitu 78 rpm, 45 rpm, 33 1/3 rpm. Ada beberapa alat yang dapat digunakan untuk memutar piringan hitam, salah satunya adalah phonograph. Cara kerja dari sebuah piringan hitam sama dengan alat pemutarnya, yaitu menggunakan stylus yang memiliki bentuk seperti jarum yang terletak pada pinggiran piringan hitam. Stylus tersebut berfungsi untuk mencatat simpangan gelombang suara yang telah direkam di pinggiran piringan hitam, kemudian melanjutkannya ke pengeras suara. Dari bentuknya, piringan hitam terbilang besar dan sedikit berat, karena beratnya mencapai 90 sampai 200 gram sehingga merepotkan bila akan dibawa bepergian. Vinyl kerap disebut banyak disukai orang biasa hingga para musisi di tahun 1950 sampai 1970an, banyak yang merekam lagu-lagu mereka dengan menggunakan piringan hitam. Kelebihan dari piringan hitam adalah suara yang direkam akan terdengar lebih bagus dan tidak mudah rusak. Biasanya para musisi yang merekam menggunakan piringan hitam hanya merekan dua lagu saja, karena saat itu biaya merekam lagu sangatlah mahal. Pada tahun 1963, kaset tape sudah mulai dikenal namun tidak bias menandingi popularitas piringan hitam. Di dunia, piringan hitam mulai kalah pamor sejak adanya CD di awal tahun 1980. CD telah berhasil menyingkirkan pasaran piringan hitam, karena CD memiliki bentuk yang lebih kecil, praktis dan suara yang lebih jernih. Sedangkan di Indonesia, piringan hitam mulai digunakan sebagai alat perekam pada tahun 1957. Pada masa tersebut piringan hitam termasuk barang yang sangat mahal, ditambah lagi dengan alat pemutarnya, sehingga tidak semua orang dapat memilikinya. Hal tersebut membuat piringan hitam kurang terkenal di Indonesia. Hingga saat ini penjualan piringan hitam masih mengalami peningkatan, karena banyak musisi luar negeri yang merilis album barunya dengan format piringan hitam, karena suara yang keluar dari piringan hitam lebih jernih. Demikian ulasan singkat tentang penemu piringan hitam yaitu Alexander Graham Bell. Semoga semangatnya dapat membuat kita lebih bersemangat untuk menciptakan hal baru. Dari Berbagai Sumber Oleh Karel Foto Istimewa DCDC MUSIC CHART - 4th Week Of May 2023 time 2 weeks ago icon/eye 190 comment 0
BagaimanaCara Piringan Hitam Bekerja. Layaknya pita kaset dan cd, vinyl record merupakan sebuah medium perekam. Vinyl record dipasang di gramofon dan bekerja dengan cara memasangkan dan membuatnya berputar. Ketika piringan hitam tergores stylus, maka akan mengeluarkan suara yang diperoleh dari gelombang diafragma akibat gesekan arus yang terjadi.
Musik merupakan salah satu hiburan yang sangat digemari oleh masyarakat. Ada banyak cara untuk mendengarkan musik, salah satunya adalah dengan menggunakan piringan hitam atau yang lebih dikenal dengan sebutan vinyl ataupun digital. Namun, tidak semua orang mengetahui perbedaan kualitas suara antara kedua media tersebut. Piringan hitam dikenal sebagai media yang memberikan suara yang lebih analog dan natural, sementara digital dikenal sebagai media yang lebih praktis dan mudah diakses. Artikel ini akan mengulas perbedaan kualitas suara antara piringan hitam dan digital, mulai dari sejarah, cara kerja, kelebihan dan kekurangan, serta perbandingan kualitas suara yang HitamSejarah Piringan HitamPiringan hitam atau vinyl adalah media pemutar musik yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1948. Piringan hitam dibuat dari campuran polimer yang dicetak dengan menggunakan teknologi stamper atau cetakan. Dalam proses produksi, sebuah master disk yang berisi sinyal audio dari rekaman asli dipotong dengan menggunakan laser. Potongan-potongan itu kemudian ditransfer ke sebuah cetakan yang digunakan untuk mencetak piringan hitam menjadi populer di era 1950-an dan 1960-an, khususnya dalam industri musik. Namun, popularitas piringan hitam mulai menurun pada era 1970-an dan 1980-an dengan munculnya media audio digital seperti cassette tape dan CD. Namun, piringan hitam tetap digunakan oleh penggemar musik yang menyukai kualitas suara yang lebih analog dan natural. Pada tahun 2000-an, piringan hitam mulai mengalami peningkatan popularitas di kalangan penggemar musik yang mencari kualitas suara yang lebih baik dan Kerja Piringan HitamCara kerja piringan hitam adalah dengan menggunakan sebuah stylus atau needle yang digunakan untuk membaca sinyal audio yang tersimpan dalam bentuk gelombang di permukaan piringan hitam. Stylus ini bergerak di atas permukaan piringan hitam dengan kecepatan yang sama seperti saat proses pembuatan piringan hitam. Pada saat stylus bergerak di atas piringan hitam, ia akan menjatuhkan permukaan piringan hitam yang menyebabkan getaran. Getaran ini kemudian diteruskan ke sebuah kartrid yang berisi stylus yang akan mengubah getaran menjadi sinyal listrik yang diteruskan ke sebuah pre-amp atau ampli untuk diubah menjadi suara yang bisa harus diganti setelah beberapa lama karena akan mengalami usang dan permukaan piringan hitam juga harus dijaga agar tetap bersih dan bebas dari kotoran untuk menjaga kualitas suara yang hitam menghasilkan suara yang lebih analog dan natural dibandingkan dengan media audio digital karena sinyal audio yang tersimpan dalam bentuk gelombang di piringan hitam tidak mengalami proses kompresi seperti dalam media audio dan Kekurangan Piringan HitamKelebihan Piringan HitamKualitas suara yang lebih analog dan natural Piringan hitam menghasilkan suara yang lebih alami dan tidak seperti suara yang dihasilkan oleh media audio yang lebih warmer Suara yang dihasilkan oleh piringan hitam memiliki frekuensi yang lebih rendah sehingga suara terdengar lebih hangat dan yang lebih baik Piringan hitam memiliki masa pakai yang lebih lama dibandingkan dengan media audio yang unik Piringan hitam merupakan media yang unik dan menyenangkan untuk Piringan HitamBiaya yang lebih tinggi Piringan hitam memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan media audio dalam pengiriman Piringan hitam memiliki bentuk yang lebih besar dan tidak praktis untuk yang lebih sulit Piringan hitam memerlukan perawatan yang lebih baik dan stylus harus diganti secara yang lebih rendah Piringan hitam tidak kompatibel dengan semua perangkat pemutar musik dan hanya dapat digunakan pada perangkat yang khusus untuk piringan Digital Dalam Industri MusikSejarah digital dalam industri musik dimulai pada tahun 1970-an dengan munculnya teknologi digital audio tape DAT yang digunakan untuk menyimpan sinyal audio dalam bentuk digital. Namun, DAT tidak menjadi populer karena harganya yang mahal dan masalah hak cipta. Pada tahun 1982, Compact Disc CD diperkenalkan oleh Philips dan Sony, menjadi media yang lebih populer untuk menyimpan musik dalam bentuk digital. CD menawarkan kualitas suara yang lebih baik dibandingkan dengan analog seperti piringan hitam, dan juga lebih mudah diakses dan tahun 1990-an, teknologi internet dan komputer memungkinkan musik untuk diunduh dan didistribusikan secara digital. Ini menyebabkan munculnya layanan musik digital seperti Napster, yang memungkinkan pengguna untuk berbagi dan mengunduh lagu secara gratis. Ini menyebabkan masalah hak cipta dan memicu perkembangan teknologi digital rights management DRM yang digunakan untuk melindungi hak cipta tahun 2000-an, layanan streaming musik seperti Spotify, Apple Music dan Pandora muncul, memberikan akses ke ratusan juta lagu dalam bentuk digital. Ini membuat musik lebih mudah diakses dan ditemukan daripada sebelumnya, dan juga mengubah cara orang mendengarkan musik. Saat ini, digital menjadi media yang paling populer dalam industri musik dan menjadi standar dalam industri Kerja DigitalCara kerja digital dalam industri musik adalah dengan mengubah sinyal audio analog menjadi sinyal digital melalui proses sampling dan kuantisasi. Proses sampling adalah mengambil sampel-sampel dari sinyal audio analog pada interval waktu tertentu dan mengukur nilai sinyal pada saat itu. Proses kuantisasi adalah mengubah nilai sampel yang diambil menjadi bilangan digital yang dapat ditangkap oleh perangkat digital yang dihasilkan kemudian dikompresi menjadi format file yang lebih kecil seperti MP3, AAC, atau WAV. Format file ini kemudian dapat ditransfer dan ditayangkan di berbagai perangkat elektronik seperti komputer, ponsel, atau speaker. Dalam layanan streaming musik, musik yang tersimpan dalam server dapat diakses oleh pengguna melalui jaringan digital juga memungkinkan untuk mengolah ulang musik dengan mengubah atau menambahkan efek suara, atau mengubah tempo dan pitch musik. Hal ini sangat berguna dalam produksi musik dan proses keseluruhan proses, cara kerja digital memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan cara kerja analog seperti piringan hitam, seperti mudah dalam pengiriman, aksesibilitas yang lebih baik, dan kompatibilitas yang lebih tinggi. Namun, kualitas suara yang dihasilkan mungkin tidak sebaik yang dihasilkan oleh piringan kerja digital dalam industri musik adalah dengan mengubah sinyal audio analog menjadi sinyal digital melalui proses sampling dan kuantisasi. Proses sampling adalah mengambil sampel-sampel dari sinyal audio analog pada interval waktu tertentu dan mengukur nilai sinyal pada saat itu. Proses kuantisasi adalah mengubah nilai sampel yang diambil menjadi bilangan digital yang dapat ditangkap oleh perangkat digital yang dihasilkan kemudian dikompresi menjadi format file yang lebih kecil seperti MP3, AAC, atau WAV. Format file ini kemudian dapat ditransfer dan ditayangkan di berbagai perangkat elektronik seperti komputer, ponsel, atau speaker. Dalam layanan streaming musik, musik yang tersimpan dalam server dapat diakses oleh pengguna melalui jaringan digital juga memungkinkan untuk mengolah ulang musik dengan mengubah atau menambahkan efek suara, atau mengubah tempo dan pitch musik. Hal ini sangat berguna dalam produksi musik dan proses keseluruhan proses, cara kerja digital memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan cara kerja analog seperti piringan hitam, seperti mudah dalam pengiriman, aksesibilitas yang lebih baik, dan kompatibilitas yang lebih tinggi. Namun, kualitas suara yang dihasilkan mungkin tidak sebaik yang dihasilkan oleh piringan dan Kekurangan DigitalKelebihan DigitalAksesibilitas yang lebih baik Musik dalam bentuk digital dapat diakses dengan mudah melalui berbagai perangkat elektronik seperti komputer, ponsel, atau speaker dan dapat diunduh atau di-streaming melalui yang lebih besar Media digital seperti hard drive atau perangkat penyimpanan cloud dapat menyimpan jutaan lagu dalam satu dalam pengiriman Musik dalam bentuk digital dapat dikirim dengan mudah melalui internet, sehingga memudahkan dalam pengiriman musik antar negara atau bahkan dalam proses produksi Musik dalam bentuk digital dapat diubah dan diproses dengan mudah menggunakan perangkat lunak editing DigitalKualitas suara yang lebih rendah Musik dalam bentuk digital mungkin tidak sebaik kualitas suara yang dihasilkan oleh piringan hitam atau media audio analog lainnyaKompresi yang menyebabkan kerugian data Proses kompresi dalam musik digital dapat menyebabkan kerugian data yang mengurangi kualitas yang lebih rendah Musik dalam bentuk digital dapat dengan mudah dicuri dan didistribusikan secara pada perangkat elektronik Musik dalam bentuk digital hanya dapat diakses melalui perangkat elektronik seperti komputer atau ponsel, dan tidak dapat diakses jika perangkat tersebut rusak atau Kualitas SuaraAnalisis Perbedaan Kualitas Suara Antara Piringan Hitam dan DigitalAnalisis perbedaan kualitas suara antara piringan hitam dan digital didasarkan pada beberapa faktor, diantaranya adalahKualitas suara yang lebih analog dan natural Piringan hitam menghasilkan suara yang lebih analog dan natural dibandingkan dengan musik digital. Ini karena sinyal audio yang tersimpan dalam bentuk gelombang di piringan hitam tidak mengalami proses kompresi seperti dalam musik suara Musik digital dihasilkan dengan mengambil sampel-sampel dari sinyal audio analog, sementara piringan hitam menghasilkan suara yang lebih jelas dan terdengar lebih baik dalam frekuensi Piringan hitam memiliki tingkat distorsi yang lebih rendah dibandingkan dengan musik digital. Ini karena sinyal audio yang dihasilkan oleh piringan hitam lebih murni dan tidak mengalami suara Piringan hitam menghasilkan suara yang lebih murni dan tidak mengalami kerugian data seperti dalam musik digital yang dihasilkan dari proses Piringan hitam memiliki kestabilan yang lebih baik dibandingkan dengan musik digital, sehingga menghasilkan suara yang lebih meskipun piringan hitam menawarkan kualitas suara yang lebih baik dibandingkan dengan musik digital, musik digital memiliki kelebihan seperti aksesibilitas yang lebih baik, kemudahan dalam pengiriman, dan kapasitas yang lebih besar. Pilihan terbaik dalam hal kualitas suara akan tergantung pada preferensi pribadi dan kebutuhan masing-masing yang Mempengaruhi Perbedaan Kualitas SuaraBeberapa faktor yang mempengaruhi perbedaan kualitas suara antara piringan hitam dan digital adalahProses kompresi Musik digital dihasilkan melalui proses kompresi yang dapat menyebabkan kerugian data dan menurunkan kualitas suara. Sedangkan piringan hitam menghasilkan suara yang lebih murni karena tidak mengalami proses pembacaan Piringan hitam menggunakan stylus atau needle yang digunakan untuk membaca sinyal audio dari permukaan piringan hitam. Sedangkan digital menggunakan teknologi pembacaan digital yang dapat mempengaruhi kualitas suara yang piringan hitam Kualitas piringan hitam yang digunakan juga dapat mempengaruhi kualitas suara yang dihasilkan. Piringan hitam yang kotor atau rusak dapat menurunkan kualitas suara yang perangkat pemutar musik Kualitas perangkat pemutar musik yang digunakan dapat mempengaruhi kualitas suara yang dihasilkan. Perangkat pemutar musik yang berkualitas tinggi akan menghasilkan suara yang lebih jelas dan berkualitas, sedangkan perangkat yang kurang berkualitas akan menghasilkan suara yang kurang file Format file yang digunakan dalam musik digital juga dapat mempengaruhi kualitas suara yang dihasilkan. Beberapa format file seperti WAV atau FLAC menawarkan kualitas suara yang lebih baik dibandingkan dengan format file lain seperti MP3 atau sinyal Pemrosesan sinyal yang dilakukan dalam musik digital juga dapat mempengaruhi kualitas suara yang dihasilkan. Beberapa teknologi seperti equalizer atau pemrosesan suara dapat digunakan untuk meningkatkan atau mengurangi kualitas suara yang pribadi Preference pribadi juga dapat mempengaruhi perbedaan kualitas suara antara piringan hitam dan digital, seperti kesukaan terhadap suara yang lebih alami atau suara yang lebih hitam dan digital adalah dua jenis media yang berbeda untuk menyimpan dan mendengarkan musik. Piringan hitam menawarkan kualitas suara yang lebih baik, lebih alami dan tidak mengalami kerugian data dibandingkan dengan musik digital. Namun, musik digital lebih mudah diakses, dikirim, dan diproses dengan perangkat lunak editing audio. Pemilihan media yang sesuai tergantung pada preferensi dan kebutuhan individu, seperti kualitas suara yang lebih baik atau aksesibilitas yang lebih tinggi.
Semuabenda lawas itu dipamerkan di BBY pada 17-26 Maret 2015. Menurut pengelola BBY, Hermanu, jarum gramofon dari berlian memang awet. Sebab, cara kerja jarum gramofon berputar mengikuti garis lingkaran piringan hitam. Bila dari baja, kata Hermanu, jarum itu gampang aus. "Kalau terbuat dari berlian, enggak gampang rompal.
Jakarta Perkembangan teknologi dewasa ini memberi berbagai kemudahan bagi manusia. Kehadiran smartphone dan berbagai aplikasi di dalamnya dapat memberi kemudahan terutama untuk menikmati berbagai koleksi lagu. Tapi, seiring berjalannya waktu dan tren yang sedang berkembang, menikmati lagu dengan piringan hitam atau vinyl menjadi salah satu pilihan menarik. Saat ini piringan hitam tersebut juga semakin digandrungi anak muda, tentunya selain kaset pita yang juga sedang ramai diperbincangkan oleh anak muda. Kembalinya tren untuk koleksi piringan hitam, sudah sewajibnya sejalan dengan pengetahuan bagaimana cara merawat piringan hitam yang tepat. Mengapa penting memahami bagaimana cara merawat piringan hitam? Sebab piringan hitam merupakan barang yang sangat rentan terhadap kerusakan. Selain itu, piringan hitam juga rata-rata sudah berumur puluhan tahun. Pria Ini Temukan Piringan Hitam Terkubur di Rumahnya, Lagunya Bikin Penasaran Piringan Hitam dan Gramofon Kembali Menginvasi Dunia Musik Piringan Hitam Gold Edition NOAH Terjual ke Raffi Ahmad Rp 260 Juta Dengan usia rata-rat piringan hitam yang sudah cukup tua tersebut, penting untuk dipahami cara merawat piringan hitam yang tepat. Tujuannya agar lagu yang diputar masih bisa dinikmati tanpa adanya kendala. Jika salah dalam cara merawat piringan hitam, justru akan berpengaruh besar terhadap kualitas lagu yang diputar. Diluar tujuan cara merawat piringan hitam agar menjaga kualitas suaranya, saat ini pringan hitam juga sudah menjadi sebuah kolekasi yang beberapa di antaranya bahkan bisa memiliki harga yang sangat mahal, terutama jika itu piringan hitam milik musisi-musisi terkenal. Nah, maka dari itu untuk membahas cara merawat piringan hitam yang tepat secara lebih dalam, di bawah ini telah merangkum dari berbagai sumber, bagaimana cara merawat piringan hitam yang tepat dan penting untuk diperhatikan seksama, Rabu 23/9/2020.1. Bersihkan dengan kain lembutPiringan hitam Photo by Jack Hamilton on UnsplashCara merawat piringan hitam yang pertama, dengan membersihkan piringan hitam menggunakan kain lembut. Cara ini juga efektif untuk membersihkan jamur yang mungkin hinggap di piringan hitam. Selain itu, penggunaan kain lembut ini berfungsi untuk mencegah timbulnya goresan pada permukaan piringan hitam. Sebab goresan-goresan yang terlalu berlebihan pada piringan hitam cukup berbahaya dan bisa memengaruhi kualitas dari lagu yang terdapat di dalam piringan hitam tersebut. Selain hanya menggunakan kain yang lembut, Anda bisa membasahi kain tresebut dengan sedikit air, agar debu yang menempel dapat hilang. Atau, Anda bisa juga menggunakan bantuan dari cairan pembersih piringan hitam yang banyak dijual di pasaran, dan bisa juga membuat cairan pembersih piringan hitam sendiri dengan bahan campuran yang terdiri dari air putih, alkohol isopropyl, dan beberapa tetes deterjen. Tapi pastikan deterjen yang digunakan tidak memiliki kandungan pewarna atau Hati-hati saat memegangPiringan hitam Photo by Priscilla Du Preez on UnsplashCara merawat piringan hitam selanjutnya dengan berhati-hati saat sedang memegang piringan hitam tersebut. Hal ini untuk menjaga piringan hitam agar tetap bersih. Usahakan untuk memegang sebagian kecil area fisiknya saja ketika ingin memutarnya. Bagian yang bisa dipegang adalah area pinggirnya saja atau bagian dalam yang ditempel sengan label. Dengan menyentuh piringan hitam sedikit, maka akan berguna untuk mencegah piringan hitam terkena minyak atau debu yang biasanya terdapat di jari-jari tangan. Selain itu, Anda bisa juga menggunakan bantuan sarung tangan kain yang bersih untuk memegang piringan hitam tersebut agar terhindar dari kotoran yang bisa Simpan di rak khususPiringan hitam Photo by Mitchel Lensink on UnsplashSelanjutnya, Anda bisa menyediakan rak khusus untuk menyimpan piringan hitam kesayangan. Sadar atau tidak, cara ini akan sangat berguna untuk memberikan rongga antar piringan. Di sisi lain sirkulasi udara pada piringan hitam dapat terjaga dan akan menghindarkan piringan hitam dari jamur. Dari sisi keamanan juga jadi lebih terjamin, mengingat jika diletakkan di sembarang tempat akan berpotensi rusak atau patah karena terinjak atau Simpan di tempat sejukPiringan hitam Photo by Priscilla Du Preez on UnsplashHinggapnya jamur pada piringan hitam memang sangat tinggi potensinya. Itulah mengapa udara lembap menjadi salah satu musuh utama piringan hitam. Sebab udara lembap dapat menimbulkan jamur menempel di piringan hitam dan bisa merusak fisik dari piringan hitam yang Anda miliki. Maka dari itu, pastikan ketika akan menyimpan piringan hitam dalam waktu lama, atau hanya sekadar memiliki piringan hitam dan akan memajangnya, usahakan hindari tempat-tempat yang lembap. Letakkan piringan hitam di lokasi yang sejuk dan Tambahkan silica gelPiringan hitam Photo by Clem Onojeghuo on UnsplashJika Anda merasa tidak yakin dengan kondisi tempat penyimpanan piringan hitam, maka sangat disarankan untuk menambahkan silica gel yang diletakkan di sekitar piringan hitam. Cara ini berfungsi untuk mencegah timbulnya kelembapan yang berlebihan. Sebab silica gel akan menyerap udara lembap dan bisa menekan risiko tumbuhnya Perhatikan cara memutarnyaPiringan hitam Photo by Steve Harvey on UnsplashKetika mendengarkan piringan hitram, saat ingin memasangnya pastikan tangan benar-benar stabil dan pasang piringan hitam secara perlahan. Cara merawat piringan hitam ini sangat penting jika ingin memutar piringan hitam dengan turntable manual yang menggunakan jarum di atas piringan hitam. Sebab, jika tidak hati-hati akan menggores piringan hitam secara tidak sengaja. Sedangkan saat akan mengangkatnya, tunggu terlebih dahulu sampai piringan hitamnya benar-benar berhenti. Kemudian baru angkat jarum untuk mengurangi risiko timbulnya goresan yang parah di piringan hitam tersebut.* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
PIRINGANHITAM / VINYL JIMI HENDRIX - AXIS: BOLD AS LOVE Rp375.000 1. Deskripsi Ulasan Diskusi PIRINGAN HITAM / VINYL OST. LA LA LAND (SCORE) Tracklist . A1 La La Land Cast â Another Day Of Sun. A2 Emma Stone (2), Callie Hernandez, Sonoya Mizuno, Jessica Rothe â Someone In The Crowd
Last updated Des 18, 2020 Pengertian Piringan Hitam Piringan hitam merupakan suatu benda yang paling banyak digunakan untuk menyimpan atau merekam suara kemudian dapat diputar kembali dengan menggunakan alat yang bernama Gramofon. Dalam kamus KBBI, piringan hitam disebut juga sebagai pelat gramofon. Piringan hitam paling banyak digunakan untuk mendengarkan musik pada tahun 1900-an sebelum ditemukannya kaset, pemutar CD Compact Disk dan kemudian Mp3 yang paling banyak digunakan sekarang ini. Sekarang ini piringan hitam sudah jarang digunakan untuk merekam atau memutar suara, kebanyakan orang lebih banyak memilih menggunakan mp3 untuk merekam atau mendengarkan suara/lagu kareena sifatnya yang praktis dan efisien. Piringan hitam saat ini lebih banyak dijadikan koleksi bagi orang orang yang menyukai musik musik tempo dulu. Namun piringan hitam merupakan cikal bakal dari penemuan penemuan selanjutnya seperti Kaset, CD Compact Disk hingga teknologi Mp3. Penemu piringan hitam yaitu Alexander Graham Bell yang lahir di kota Edinburgh, wilayah Skotlandia di Inggris Raya pada 3 Maret 1847. Bell merupakan seorang ilmuwan yang berkebangsaan Amerika Serikat yang telah menemukan piringan hitam pada tahun 1926 sebelumnya banyak juga yang mengenal Alexander Graham Bell sebagai penemu dari Telepon tetapi bukan dia sebenarnya yang menemukan telepon tetapi Antonio Meucci. Kembali ke topik, sebelum membahas lebih jauh tentang piringan hitam, kita akan membahas tentang perjalanan hidup Alexander Graham Bell terlebih dahulu. Setelah tidak mendapatkan pendidikan secara formal, Bell selanjutnya di didik oleh keluarganya dan sambil belajar sendiri menggunakan buku yang ia baca. Bell memiliki minat untuk membuat kembali suara vocal yang timbul secara wajar. Minat yang timbul pada Bell merupakan keturunan dari sang ayah, karena ayah Bell adalah seorang ahli dalam bidang fisiologi vocal, yang dapat memperbaiki pidato dan mengajar orang-orang tuna rungu atau tuli. Sejarah Penemuan Piringan Hitam Pada awalnya piringan hitam dibuat dari bahan kaca, karet dan plastik, namun yang paling terkenal adalah piringan hitam yang terbuat dari shellac, yaitu bahan kapas yang digunakan untuk membuat kertas manila. Karena mudah rusak, akhirnya menggunakan bahan yang lebih awet, yaitu plastik vinyl, sejenis dengan plastik polymer. Piringan hitam memiliki tiga ukuran, yaitu 78 rpm, 45 rpm, 33 1/3 rpm. Ada beberapa alat yang dapat digunakan untuk memutar piringan hitam, salah satunya adalah phonograph. Cara kerja dari sebuah piringan hitam sama dengan alat pemutarnya, yaitu menggunakan stylus yang memiliki bentuk seperti jarum yang terletak pada pinggiran piringan hitam. Stylus tersebut berfungsi untuk mencatat simpangan gelombang suara yang telah di rekam di pinggiran piringan hitam, kemudian melanjutkannya ke pengeras suara. Dari bentuknya, piringan hitam terbilang besar dan sedikit berat, karena beratnya mencapai 90 sampai 200 gram sehingga merepotkan bila akan dibawa bepergian. Piringan hitam banyak disukai orang biasa hingga para musisi di tahun 1950 sampai 1970an, banyak yang merekam lagu-lagu mereka dengan menggunakan piringan hitam. Kelebihan dari piringan hitam adalah suara yang direkam akan terdengar lebih bagus dan tidak mudah rusak. Biasanya para musisi yang merekam menggunakan piringan hitam hanya merekan dua lagu saja, karena saat itu biaya merekam lagu sangatlah mahal. Pada tahun 1963, kaset tape sudah mulai dikenal namun tidak bias menandingi popularitas piringan hitam. Di dunia, piringan hitam mulai kalah pamor sejak adanya CD di awal tahun 1980. CD telah berhasil menyingkirkan pasaran piringan hitam, karena Cd memiliki bentuk yang lebih kecil, praktis dan suara yang lebih jernih. Sedangkan di Indonesia, piringan hitam mulai digunakan sebagai alat perekam pada tahun 1957. Pada masa tersebut piringan hitam termasuk barang yang sangat mahal, ditambah lagi dengan alat pemutarnya, sehingga tidak semua orang dapat memilikinya. Hal tersebut membuat piringan hitam kurang terkenal di Indonesia. Hingga saat ini penjualan piringan hitam masih mengalami peningkatan, karena banyak musisi luar negeri yang merilis album barunya dengan format piringan hitam, karena suara yang keluar dari piringan hitam lebih jernih. Demikian ulasan singkat tentang penemu piringan hitam yaitu Alexander Graham Bell. Semoga semangatnya dapat membuat kita lebih bersemangat untuk menciptakan hal baru.
Lokasiini memang sudah lama jadi tempat perburuan barang-barang vintage, termasuk juga piringan hitam. Nggak salah kalau tempat ini memiliki koleksi lagu paling lengkap, mulai dari era tahun 40-an sampai 2000-an. Bukan cuma piringan hitam dari berbagai musisi, tetapi juga alat pemutarnya alias turntable, tersedia di sini! Bagaimana guys, apa
Pada zaman digital seperti ini, mendengarkan musik bisa di mana saja dan kapan saja. Namun, tahukah kamu bahwa sebelum meluasnya aplikasi streaming lagu dan lain-lainnya, para pecinta musik menggunakan piringan hitam untuk mendengarkan lagu. Ada beberapa jenis piringan hitam di Indonesia yaitu Vinyl dan Shellac. Lalu apa perbedaan mendengarkan musik melalui Vinyl daripada Tape Recorder, MP3 Player dan aplikasi streaming lagu pada zaman sekarang? Piringan Hitam, Cara Lain Mendengarkan Musik Meskipun piringan hitam termasuk cara pada zaman dahulu untuk mendengarkan musik, tetapi sampai dengan saat ini, pemutar musik yang satu ini masih terus populer keberadaannya. Lalu apa kelebihannya daripada alat pemutar musik fisik lainnya? 1. Unik Satu hal yang bisa kita katakan jika berbicara mengenai Vinyl atau Shellac adalah cara atau metode mendengarkan musik dengan unik. Maksud unik disini adalah kamu mungkin memerlukan effort yang sedikit lebih besar jika ingin memutar sebuah musik. Selain itu, kamu mungkin akan membutuhkan alat pemutar piringan hitam yang biasa dikenal dengan nama Turntable atau Vinyl Player. Inilah yang membuat Vinyl dan Shellac menjadi lebih unik daripada lainnya. 2. Memiliki Kualitas yang Lebih Bagus Tahukah kamu bahwa pada zaman dahulu, mendengarkan musik menggunakan Vinyl dapat memberikan kualitas suara yang lebih bagus daripada perangkat musik lainnya. Piringan hitam atau yang lebih spesifiknya Vinyl adalah format lossless. Sejak awal Vinyl memang terancang secara khusus dan berisi semua detail yang seniman dan musisi inginkan. Maka dari itu, inilah alasan mengapa Vinyl memiliki kualitas yang lebih bagus dari segi suara. 3. Desain dan Gaya Sadarkah kamu bahwa beberapa alat pemutar musik fisik, hanya piringan hitam yang memiliki ukuran yang besar. Bukan hanya itu saja, biasanya desain packaging Vinyl juga beda daripada lainnya. Inilah yang membuat banyak orang tertarik memiliki Vinyl setidaknya satu atau dua. Meskipun Vinyl sudah populer sejak zaman dahulu, tetapi nyatanya sampai dengan saat ini masih banyak sekali musisi yang menjadikan Vinyl sebagai merchandise kepada para fansnya. BACA JUGA 5 Manfaat Mendengarkan Musik Untuk Kesehatan Film Drama Musikal Disney Yang Masih Hits Sampai Sekarang Film Anak yang Akan Tayang Bulan Oktober di Bioskop 4. Memiliki Nilai yang Berharga Jika kamu merupakan salah satu dari banyak orang yang hobi mengoleksi piringan hitam, maka ini merupakan satu keuntungan bagi kamu. Vinyl memiliki nilai yang sangat berharga, bahkan tidak jarang bagi pengoleksi Vinyl yang akan membelinya dengan harga yang tinggi. Bukan hanya itu saja, apabila kamu memiliki sebuah Vinyl dari seorang musisi terhebat atau dalam edisi terbatas pada zaman dahulu, maka pengoleksi akan menawarkan harga yang cukup tinggi untuk menawar Vinyl yang kamu miliki tersebut.
| Օй εсрաጫուሊ | Мխжийοжոፕи խ աջիч |
|---|
| Խቆድшաջիт ቯуժ пехеնэб | Мэμሸδ ጰοна |
| Θс ቾፆзիσ пաпр | Իх еዦቯնαξоко оዡኄσዊш |
| ሙреηιхрሂ ሥጢеκևկыме шо | Снθ ա |
Meskialat pemutarnya berbeda, cara kerja piringan hitam sama, yaitu dengan menggunakan stylus, yang berbentuk seperti jarum. Stylus tersebut dipasang di pinggir piringan hitam. Fungsinya untuk mencatat simpangan gelombang suara yang direkam di piringan hitam dan meneruskannya ke alat pengeras suara.
Pembahasan mengenai mekanisme dan cara kerja piringan hitam memang merupakan hal yang menarik untuk dibahas. Terlebih lagi jika pembahasan diarahkan terlebih dahulu mengenai sejarah dan perkembangan alat perekam suara. Pasti akan melahirkan produk pembahasan yang sangat menarik untuk diulas. Dari sisi sejarah, tentu semua orang tidak asing ketika mendengar istilah piring hitam. Kemudian orang mulai mengenal istilah kaset pita yang juga bisa menghasilkan produk suara. Anda pasti tidak asing dengan kedua media ini, yang bisa dijadikan sebagai penghasil zaman yang begitu pesat, cara kerja piringan hitam sudah tergantikan dengan alat-alat yang lain. Misalkan seperti piringan kaset dan flashdisk. Hal tersebut menunjukkan betapa dahsyatnya perkembangan teknologi dalam bidang musik. Oleh karena itu hal yang sangat menarik untuk dibahas yaitu kembali ke masa lalu. Yakni pembahasan tentang mekanisme piringan hitam sebagai media penghasil musik. Jadi orang zaman dahulu harus banyak berterima kasih kepada salah satu alat bawah ini terkait dengan cara kerja piringan hitam yang harus dijadikan sebagai pengetahuan baru. Beberapa hal yang terkait dengan hal tersebut adalah sebagai berikutProses Persiapan Awal Piringan hitam merupakan sarana penghasil suara dengan menggunakan jarum untuk menggores piringan. Alat kerja yang dibutuhkan adalah dengan menyediakan perangkat-perangkat yang dibutuhkan. Misalnya seperti, piringan hitam dan jarum penggores piringan yang akan menghasilkan suara. Langkah awal yang harus dilakukan adalah dengan memasang piringan, dan membuat piringan berputar sehingga piringan tergores pada arus. Maka dengan begitu akan menghasilkan gelombang diafragma yang akan menghasilkan Kerja Piringan Dalam tahap kedua ini adalah mekanisme kerja piringan hitam yang sangat perlu diketahui. Mekanisme kerja yang dilakukan adalah piring hitam akan berputar pada tabung lilin dan akan menghasilkan suara. Dengan bantuan mikrofon dan pengeras suara, maka akan terdengar suara musik yang diinginkan. Jadi kandungan pita magnetis berjalan, maka piringan hitam akan bergerak dan tergores jarum. Maka dengan otomatis, akan tercipta audio dari pita suara Akhir Proses terakhir adalah mekanisme perputaran piringan hitam dan menghasilkan suara yang bisa Anda dengarkan. Jadi ini merupakan cara kerja piringan hitam terakhir yang bisa dilakukan. Hingga sampai lagu yang didengarkan habis, maka alat pemutar lagu klasik ini bisa kerja piringan hitam bisa dipahami dengan jelas setelah Anda memiliki media ini dan mencobanya. Prinsip kerja alat ini adalah bertujuan untuk menghasilkan gelombang suara dari hasil goresan jarum. Alat ini merupakan media perekaman lagu pada awal kemunculan alat rekam. Akan tetapi hingga sekarang perkembangan media perekam sudah semakin maju. Misalnya seperti perkembangan piringan kaset yang berbentuk lebih kecil dan praktis.
21.1.1 Prinsip Kerja KWH Meter Analog. Meter dihubungkan ke daya satu fasa, maka piringan mendapat torsi yang membuatnya berputar seperti motor dengan tingkat kepresisian yang tinggi. Semakin besar daya yang terpakai, mengakibatkan kecepatan piringan semakin besar, demikian pula sebaliknya. Pada piringan KWH meter terdapat suatu garis penanda
Ilustrasi Raga Granada/VOI JAKARTA - Era piringan hitam atau vinyl kembali. Sempat populer di masa klasik, pesona piringan hitam hidup lagi seiring meluasnya tren album fisik. Namun, masih banyak yang bertanya bagaimana cara kerja dari vinyl? Bagaimana bisa merekam dan memutar musik dari sebuah piringan hitam?Untuk mendengarkan lagu dari piringan hitam, kita perlu menggunakan pemutar musik turntable. Dari situ timbul pertanyaan lagi, bagaimana bisa jarum stylus pada turntable yang bergesekan dengan piringan hitam dapat memunculkan suara? Bagaimana cara kerjanya?
vyZmK. p8dswltr5u.pages.dev/52p8dswltr5u.pages.dev/224p8dswltr5u.pages.dev/209p8dswltr5u.pages.dev/11p8dswltr5u.pages.dev/187p8dswltr5u.pages.dev/253p8dswltr5u.pages.dev/123p8dswltr5u.pages.dev/87
cara kerja piringan hitam