- Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati adalah salah seorang ulama Wali Songo, majelis pendakwah agama Islam dalam sejarah Indonesia pada abad ke-14 Masehi. Ulama ini juga merupakan Sultan Cirebon 1479-1568 dengan gelar Susuhunan Jati. Dikutip dari Sunan Gunung Djati Sang Penata Agama di Tanah Sunda 2020 yang ditulis Wawan Hernawan dan Ading Kusdiana, Sunan Gunung Jati lahir adalah putra Sultan Syarif Abdullah bin Ali Nurul Alim, pangeran Mesir yang menikah dengan Nyai Rarasantang, putri Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran, Nama asli Sunan Gunung Jati adalah Syarif Hidayatullah. Sejak kecil, sudah tampak kecerdasan dan ketekunannya dalam menuntut ilmu. Karena kesungguhannya menekuni ilmu agama, atas izin sang ibunda, Syarif Hidayatullah berangkat ke Mekah. Di tanah suci, Syarif Hidayatullah berguru dengan Syekh Tajudin Al-Qurthubi. Beberapa waktu kemudian, ia ke Mesir untuk belajar kepada Syekh Muhammad Athaillah Al-Syadzili, seorang ulama bermadzhab Syafi'i sekaligus mempelajari tasawuf tarekat juga Sejarah Singkat Kesultanan Cirebon Kerajaan Islam Sunda Pertama Sejarah Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Pendiri, & Ciri Arsitektur Sejarah Sunan Kalijaga Dakwah Wali Songo Mantan Bromocorah Atas arahan dari Syekh Ataillah, Syarif Hidayatullah kemudian pulang ke Nusantara untuk berguru pada Syekh Maulana Ishak di Pasai, Aceh. Selanjutnya, ia mengembara ke Karawang, Kudus, hingga di Pesantren Ampeldenta Surabaya untuk belajar kepada Sunan Ampel. Oleh Sunan Ampel, Syarif Hidayatullah diminta untuk berdakwah dan menyebarkan Islam di daerah Cirebon. Di sana, ia menjadi guru agama menggantikan Syekh Datuk Kahfi di Gunung Sembung. Setelah banyak masyarakat Cirebon masuk Islam, Syarif Hidayatullah melanjutkan dakwahnya ke daerah juga Sejarah dan Profil Sunan Ampel Wali Pendakwah di Jalur Politik Sejarah Kesultanan Islam Kutai Kartanegara Gabung NKRI Sejarah Masjid Sunan Ampel Pendiri, Kota Lokasi, & Gaya Arsitektur Dakwah Politik Sunan Gunung Jati Semasa berdakwah di Cirebon, Syarif Hidayatullah menikah dengan Nyi Ratu Pakungwati, putri Pangeran Cakrabuana atau Haji Abdullah Iman, penguasa Cirebon kala itu. Dalam buku Atlas Wali Songo 2016 yang ditulis Agus Sunyoto diungkapkan, atas bantuan mertuanya, Syarif Hidayatullah mendirikan sebuah pondok pesantren dan mengajarkan Islam kepada penduduk sekitar. Oleh para santrinya, Syarif Hidayatullah dipanggil dengan julukan Maulana Jati atau Syekh Jati. Selain itu, karena ia berdakwah di daerah pegunungan, ia digelari sebagai Sunan Gunung Jati. Setelah Pangeran Cakrabuana meninggal dunia, tampuk Kerajaan Cirebon dilanjutkan oleh menantunya yakni Sunan Gunung juga Sejarah Penaklukan Kairo oleh Kesultanan Utsmaniyah Sejarah Hidup Sunan Giri Lahir, Nasab, & Ajaran Dakwah Wali Songo Sejarah Masjid Gedhe Kauman Simbol Akulturasi Kraton Yogyakarta Duduk di kekuasaan, dakwah Sunan Gunung Jati beriringan di jalur politik. Ajaran Islam berkembang pesat di Cirebon, Sunda Kelapa, Banten, dan banyak daerah di Jawa Barat. Untuk memperluas syiar Islam, Sunan Gunung Jati menikah dengan Nyai Ratu Kawunganten, putri bupati Kawunganten Banten. Salah seorang anaknya, Maulana Hasanudin, kelak meneruskan dakwah ayahnya sekaligus menjadi Sultan Banten. Cirebon juga menjalin hubungan dengan Tiongkok. Diceritakan, Sunan Gunung Jati juga menikahi putri Kaisar Cina Hong Gie dari Dinasti Ming yang bernama Ong Tien. Usai menikah dengan Syarif Hidayatullah, ia berganti nama Nyi Mas Rara Sumanding. Dakwah Islam yang dilakukan Sunan Gunung Jati kian kokoh berkat kerjasama dengan banyak kerajaan tersebut. Pada 1568 M, Sunan Gunung Jati berpulang. Ketika meninggal, usianya diperkirakan mencapai 118 tahun. Makamnya terletak di Gunung Sembung, Desa Astana, Cirebon juga Sejarah Masjid Agung Demak Pendiri, Ciri Arsitektur, & Keunikan Sejarah & Profil Sunan Kudus Wali Songo Bernama Asli Ja'far Shadiq Sejarah Runtuhnya Kesultanan Malaka, Peninggalan, & Silsilah Raja - Pendidikan Kontributor Abdul HadiPenulis Abdul HadiEditor Iswara N Raditya
Keluargakami punya daftar silsilah dari sunan gunung jati dari banten bahkan kami memiliki 3 pusaka dari beliau diantaranya : Jamaluddin akbar adalah seorang muballigh dan musafir besar dari gujarat, india Mirah delima, pedang dan al qur'an kecil yg konon warisan dari sunan gunung jati. Di puncak bukit tersebut beliau dimakamkan. CIREBON – Silsilah Sunan Gunung Jati ke bawah, terhubung ke Kesultanan Cirebon mulai dari Pangeran Adipati Pasarean. Silsilah Sunan Gunung Jati ke bawah tersebut, juga terpampang di Keraton Kasepuhan Cirebon, menurun kepada raja-raja yang bertakhta. Adapun silsilah Sunan Gunung Jati ke bawah mengacu pada Naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, yang dibuat Pangeran Arya Carbon di tahun 1720 M. Seperti diketahui, silsilah Sunan Gunung Jati bila ditarik ke bawah sampai sekarang masih bisa ditelusuri jejaknya. Bahkan, sejumlah tokoh terhubung sebagai keturunannya. Sementara bila ditarik ke atas, Sunan Gunung Jati memiliki garis keturunan ke Nabi Muhammad SAW. Adapun jalur silsilah ke Nabi Muhammad SAW berasal dari jalur ayah. Sedangkan dari jalur ibu, terhubung ke Prabu Siliwangi. Dari jalur ayah, Sunan Gunung Jati dapat ditelusuri dari keturunan Sayidina Ali yang beristerikan Siti Fatimah Binti Muhammad SAW. Berikutnya Sayid Husen, Sayid Abidin, Sayid Muhammad Baqir, Ja’far Shadiq, Kasim Al Malik, Idris, Al Baqir, Ahmad, Badillah. Kemudian, Muhammad, Alwi dari Mesir, Ali Gazam, Muhammad, Alwi, Abdul Malik, Amir, Jamaluddin. Selanjutnya, Ali Nurul Alim, Syarief Abdullah dan berikutnya adalah Sunan Gunung Jati atau Syekh Syarief Hidayatullah. Untuk garis keturunan atau silsilah Sunan Gunung Jati dari ibu ke bawah, berasal dari Kerajaan Pajajaran yakni Prabu Siliwangi. Urutannya adalah Maharaja Galuh Pakwan atau Maharaja Adi Mulya, Prabu Ciungwanara, Sri Ratu Purbasari, Prabu Linggahyang, Prabu Linggawesi. Halaman 1 2 XmeOj.